Rabu, 29 Oktober 2008

Cara Beriman dan Bertaqwa Kepada Allah SWT


Bagaimana Caranya beriman dan Bertaqwa Kepada ALLAH


”Assalam’mu alaikum wr.wb”

Bagaimana si caranya beriman dan bertaqwa, ada 3 cara jika kita mau beriman dan bertaqwa kepada Allah, yaitu :

a. Membenarkan dengan yakin akan ”ada-Nya Allah.

b. Membenarkan dengan yakin akan ke-”Esaan-Nya Allah”, baik dalam perbuatan-Nya, menjadikan alam makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat (penyembahan) segenap makhluk (hamba).

c. Membenarkan dengan yakin, bahwa Allah bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, suci dari segala sifat kekurangan dan suci pula dari menerupai segala yang baru. (alam).

Betapa banyak nikmat Allah yang telah di tampakan di bumi ini yang hadir bersama kita, tidak sedikit pun terpikir oleh kita betapa indahnya hidup bertaqwa dan bershalawat kepada rasul-rasul-Nya untuk kehidupan di hari masyar nanti. Dimana seluruh manusia baik yang masih hidup maupun yang ada dialam kubur semua dibangkitkan untuk di kumpulkan di hari itu yang Cuma satu hari tapi lamanya bagaikan 50.000 tahun... Bayangkan kita hidup di dunia ini cuman kurang lebih 60 – 70 tahun sebagaimana telah di riwayatkan oleh hadis.

Dan bagaimana telah di jelaskan...

Firman ALLAH s.w.t.

Ya’ayuhallaji’ na’amanu aminu billahi warosulihi walkitabilaji nadjala’ala rosulihi walkitabillaji anjalamin’kob’lu* waman yakfur billahi wamalaikitihi wakutubihi warusulihi walyaumil’ahiri fakod’dolla dolalan baidan...

Artinya : ”wahai segala mereka yang beriman, berimanlah kamu akan Allah dan akan rasul-Nya (Muhammad s.a.w.) dan akan kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan akan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Barang siapa kafir (tidak beriman) akan Allah, akan malaikat-Nya, akan kitab-kitab-Nya, akan rasul-Nya dan akan hari akhirat, maka sesungguhnya orang itu sesat, sejauh-jauh kesesatan.” ( Q.A. 136. S. 4 : An Nisa’ ).

Percayakah Anda sebelum anda hadir sebagai mahkluk di dunia ini anda pernah hidup dialam rahim yang waktunya 9 bulan.

Sekarang kita di dunia, kita mungkin saja bisa berumur panjang sampai 70 tahun.

Rasulullah Bersabda :

Umur-umur umat ku antara 60 hingga 70 tahun dan sedikit sekali yang melampaui batas itu. ( Dalil 4 : HR. At-Tirmidzi 3473).

Ini berdasarkan Firman Allah :

Malaikat-malaikat dan jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Dalil 5 : QS. Al-Ma’arij/70 : 4)

Sungguh merupakann kesalahan fatal bahwa pada umumnya manusia bekerja keras banting tulang untuk mempersiapkan masa depannya di dunia, agar bisa menikmati hari-hari pensiun dengan tenang dan senang.

Padahal masa pensiun itu paling-paling Cuma bertahan 1/10 dari usia kita yang sangat singkat itu dan bisa jadi kita sudah dijemput ajal sebelum pensiun.

Anehnya untuk alam kubur, alam masyar dan akhirat yang kekal dan abadi, yang sudah pasti, tidak ada kerja keras, apalagi banting tulang.

Dunia ini menurut saya bagaikan sebuah pertanyaan yang biasanya didalam soal terdiri dari 4-5 jawaban tapi ini tidak hanya dua ”Baik dan Buruk”.

Apabila kita salah memilih jawaban kita akan masuk kedalam perangkatnya atau budak syetan nirodjim atau laknatullah, dan sebaliknya apabila kita benar memilih hidup kita akan tentram, dengan menjalankan semua kewajiban yan telah kita sanggupi ketika kita baru lahir.

Firman Allah :

Innaallaha layugouyiru ma bikomin hatta yugouyiru’ ma bianfusihim.

Artinya : ”Sesugguhnya Allah tiada merubah keadaan sesuatu kaum, sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.” (Q.A. 11. S. 13 : Ar Ra’du)

Pergunakan sisa hidup yang sementara ini dengan ibadahtullah yang khusuk dengan istiqamah dan bershalawat pada Nabi Muhammad s.a.w, betapa banyak sudah ditunjukan kepada kamu tandatanda kiamat kecil yang hadir dihadapann kita.

Contohnya :

  1. laki—laki menjadi wanita (Wariah).
  2. Gelombang Tsunami yang sudah menewaskan beribu-ribu orang.
  3. Lumpur panas sidoardjo, dan
  4. Mencairnya ES yang ada dikutub utara ssana.

Dan masih banyak lagi kebesaran Allah yang disembunyikan agar kamu mau bertaubat dan bersujud kepadanya.

Wabilah hitaufik walhidayah, Wasalam’mu alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar: